Selasa, 10 Oktober 2017

Pengalaman Pertama di SMKN 1 Leles


"Kamar saya di lantai II kediaman Ibu Ela"


Tanggal 4 Juli 2014 tepatnya hari Jum’at untuk pertama kalinya menginjakkan kaki di SMKN 1 Leles. Masih teringat saat itu tiba dilokasi ketika shalat jum’at berlangsung. Ada perasaan lega karena perjalanan jauh yang telah di tempuh akhirnya berakhir.

Orang pertama kali yang saya jumpai adalah ibu Ika Suryani. Beliau merupakan guru matematika SMKN 1 Leles sekaligus merangkap sebagai bendahara sekolah dan waka kurikulum. Yang begitu luar biasa ternyata beliau berasal dari Lampung. Walau suku Jawa ternyata beliau tumbuh dan besar di Lampung. Karena orang tuanya bekerja di salah satu perusahaan tebu terbesar di Lampung. Beliau, bu ika suryani kedepannya akan menjadi partner saya yang mendukung saya melakukan banyak hal positif di SMKN 1 Leles dan lingkungan.
"Bu Ika Suryani (Memegang Piala)"
Rumah pertama yang dijadikan tempat berdiam saya sementara setidaknya selama 1 bulan adalah rumah salah satu pegawai tata usaha yang suaminya di tahun 2016 nanti akan menjadi Kepala Sekolah yang menggantikan kepala Sekolah sebelumnya .*diceritakan di kisah selanjutnya.
Bu ela itu adalah nama seseorang yang banyak membantu terutama di awal tugas saya di SMKN 1 Leles. Pribadi yang ramah dan juga memberikan kebebasan saya untuk tinggal dan lainnya membuat saya merasa nyaman seperti di rumah sendiri.

Dihari senin, tanggal 7 Juli 2017 adalah hari pertama saya bertugas. Sebagaimana kebiasaan saya berada di tempat kerja baru. Saya selalu berusaha menjadikan kesan pertama begitu baik, dan itu juga yang saya lakukan ketika bertugas di SMKN 1 Leles. Rekan-rekan kerja juga menyambut saya dengan sangat baik dan  dengan tangan yang terbuka.

Tugas pertama saya di SMKN 1 Leles lumayan cukup banyak karena saya diminta mengajar di makul produktif pertanian, ekonomi dan bisnis, administrasi perkantoran, akuntansi dan matematika dengan jumlah jam mengajar 38-40 jam per minggu. Diawal saya belum memiliki banyak amanah hanya wali kelas XI ATPH, mengingat kinerja saya belum diketahui banyak orang. *dalam cerita selanjutnya akan di ceritakan bagaimana dalam tempo kurang dari 3 bulan potensi dan kinerja saya bisa diakui banyak orang sehingga amanh itu berdatangan.
"salah satu amanah yang dibrikan"
Hari-hari berlalu begitu lambat, dikarenakana belum banyaknya rekan kerja yang bisa diajak menjadi teman akrab. Hal itu dapat dimaklumi mengingat baru sesaat keberadaan saya di SMKN 1 Leles. Kondisi itu membuat sering seketika pulang dari sekolah saya merasakan kesepian dan tak jarang menangis hehe. Merindukan keluarga, rekan-rekan yang tinggal jauh di Lampung. Kegiatan menelfon dan video call adalah kegiatan rutin yang saya lakukan tiap hari untuk menghilangkan kerinduan.
"Menjadi Jadangan hehe"

Sampai suatu ketika saya diajak ikut bermain sepakbola pada turnamen perayaan HUT RI di Kecamatan Leles. Walau tak sempat bermain karena suhu pertandingan yang cukup panas hehe. Ada satu hikmah yang luar biasa. Karena dari itu saya mulai mendapatkan teman akrab namanya pak Saepul Bahri. Sebelum pertandingan itu kami masih kaku sekali. Dalam perjalan ke kecamatan Leles saya di bonceng oleh beliau. Selepas pertandingan dalam perjalanan pulang saya memberanikan diri untuk bertanya sesautu yang pribadi yang tak disangka itu direspon positif dan mem buat kami kian akrab dari hari ke harinya. Sudah tahu kan bahasannya apa hehe yapp betul tentang “CINTA”. Obrolan pamungkas diantara para bujang hehe yang membuat saya makin nyaman dan sudah mulai melupakan keluarga dan teman yang ada di lampung. Satu persatu saya memiliki teman dekat. Ada pak heri, pak hendi, pa agusrid, pak dani dan lainnya yang tidak dapat disebut satu persatu.

"Pak Saeful bahri atau pak epul"



2 komentar

Phoenix Animagus 11 Oktober 2017 pukul 21.22

Luar biasa sekali pak....

Conny Abdull 24 April 2021 pukul 07.15

Wah... inspiratif neeh... salam kenal pak. Smkn 1 lelea

Posting Komentar